bukan kali pertama aku kembali membisu dalam kerinduan
bukan kali pertama aku gagal berkata ketika bertatapan mata
sudah kesekian kalinya aku urungkan niat mengungkapkan yang sejujurnya
fajarku yang terlewatkan,
begitulah ku sapa sosokmu dalam ruang sepi bersama embun
seringkali aku asyik sendiri menari-nari dengan elegi esok pagi
berapa lama , entah berapa lama hal itu menjadi mimpi
aku memuja pagi ? mungkin, karena ia membawa fajar
sepertimu,
fajarku yang terlewatkan
aku masih
sendiri dan menunggu,
mungkin hanya kau dan aku yang tahu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar